materi

Senin, 16 Oktober 2017

TUJUAN SMART-ER

TUJUAN YANG SMARTER

Salah satu konsep yang terkenal untuk merumuskan tujuan secara efektif adalah konsep S.M.A.R.T  (Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Timely). Konsep ini pertama kali digunakan oleh George T. Doran pada tahun 1981. Mungkin Anda juga tidak asing dengan konsep SMART ini, namun barangkali masih belum terbiasa menerapkannya.

1. Specific
Tujuan yang Anda tetapkan harus jelas dan spesifik. Jelas akan membantu menguraikan apa yang akan Anda lakukan, sedangkan spesifik akan membuat segala upaya Anda fokus pada target yang akan dicapai.

 2. Measurable
Apa yang ingin Anda capai haruslah bisa diukur, misalnya seberapa kuat, seberapa sering, seberapa banyak, atau seberapa dalam.

 3. Achievable
Tujuan yang Anda tetapkan haruslah bisa dicapai. Dengan begitu Anda akan berkomitmen untuk mencapainya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai Anda menetapkan tujuan yang tidak mungkin Anda capai.

 4. Realistic
Realistis atau masuk akal adalah hal lain yang harus dipenuhi oleh tujuan yang ingin Anda capai. Jangan membuat tujuan yang terlalu sulit sehingga tidak mungkin Anda capai atau membuat tujuan yang tidak sejalan dengan keinginan atau hasrat hati Anda.

 5. Timely
Anda harus bisa menetapkan kapan tujuan tersebut harus dicapai. Apakah minggu depan, tahun depan, atau lima tahun lagi. Dengan adanya batasan waktu, Anda akan terpacu untuk segera memulai melakukan tindakan.

Dua langkah tambahan itu tercermin dalam huruf E dan R yang akhirnya membuat GOAL Anda menjadi SMART-ER. Apakah E dan R tersebut ? E dan R yang dimaksudkan disini adalah Evaluasi dan Repetisi (Pengulangan). Banyak orang hanya ingat membuat GOAL di awal tahun dan baru mengingatnya kembali di akhir tahun, sehingga tidak ada waktu untuk bisa melakukan Evaluasi terhadap perjalanannya mengejar GOAL tersebut. Evaluasi menjadi penting karena dengan Evaluasi orang bisa mengetahui seberapa jauh dirinya sudah melangkah dan berapa jauh lagi dirinya harus melangkah untuk bisa mencapai GOALnya tersebut.
Kemudian R disini adalah mewakili langkah Repetisi (Pengulangan). Banyak orang menjadi kecewa dan putus asa saat mengalami kegagalan dalam mencapai GOAL yang diinginkan. Banyak orang yang berhenti mengejar GOAL karena merasa dirinya sudah gagal. Tidak banyak orang yang berani dan mau bangkit dari kegagalan untuk mengulangi langkah yang sudah dia lakukan untuk bisa mencapai GOAL yang dia inginkan. Ada sebuah pribahasa yang mengatakan “Alah Bisa Karena Biasa”. Itulah yang dikatakan sebagai kekuatan Repetisi (Pengulangan)




PEMEBELAJARAN JARAK JAUH PJOK

Pada kesempatan ini kami dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) SMP Kabupaten Bantul